Sunday, March 19, 2017

Peratalan Yang Wajib di Bawa Photographer

1. Lensa

Berikut adalah Rekomendasi Lensa Yang Biasa/Sering di Gunakan Untuk Wedding oleh Photographer Profesional :

  • Prime Lens/Fix lens (50mm) Sering digunakan untuk : Potrait, Pas Foto, Modeling, Product dan Lain nya.
  • Ultra Wide Lens (8mm-20mm)
  • Wide Lens (20mm-35mm)
  • Standar Lens (35mm-105mm)



2. Flash Ekternal

Ada banyak jenis dan merek dari Flash Eksternal tersebut,Flash Eksternal memiliki fungsi yang cukup optimal jika digunakan secara tepat.
Untuk beberapa objek dan project yang lebih membutuhkan pencahayaan lebih dengan Flash Eksternal akan menghasilkan gambar yang lebih baik dan lebih berkualitas.Untuk pengguna kamera bisa langsung dipasang ke kamera atau bisa juga dengan Stand Lamp sendiri.




3. Lampu Studio


Selain Menggunakan Flash Internal/Eksternal Dalam Photography yang di khusus kan di acara weeding juga terdapat Lampu Studio Yang menjadi sumber pencahayaan,Studio Lamp Lebih menghasilkan cahaya yang terarah,disetting,memusat,simetris,maupun di atur sudut pencahayaan.Studio Lamp Banyak digunakan untuk menimbulkan memunculkan karakter di objek foto.




4. SoftBox
Dalam peralatan fotograpfy pernikahan berfungsi memancarkan cahaya yang lebih lembut dan terarah pada objek,Alat ini lebih banyak digunakan di studio foto,melunakkan cahaya yang keras,hasil lebih merata,dan dapat menghilangkan bayangan objek yang difoto.





5. Reflektor
Reflektor merupakan salah satu peralatan fotografi yang banyak digunakan untuk merefleksikan cahaya dari lampu/flash ke obyek foto. Reflektor sangat berguna untuk meminimalisir cahaya kontras antara bagian yang terang dan bayangan. Selain itu, reflektor juga dapat difungsikan untuk membentuk “catch light” di dalam bola mata.





6. Payung Reflektor
Reflektor payung  dalam peralatan fotografi pernikahan banyak digunakan untuk mencegah cahaya yang over dari lampu flash. Oleh karena itulah biasanya payung reflektor dapat dipasang untuk mengarahkan cahaya dengan rentang 180 derajat di depan kepala flash.





7. Triger dan Receiver

Triger dan receiver merupakan alat yang digunakan sebagai pemicu lampu/flash eksternal agar dapat menyala bersamaan saat memencet tombol shuuter pada kamera. Alat ini bekerja dengan sistem wireless tanpa kabel sehingga lebih praktis digunakan.




8. Light meter dan Color meter

Light meter merupakan peralatan fotografi pernikahan yang berfungsi untuk mengukur cahaya yang masuk dalam kamera. Cahaya ini bisa berupa cahaya alam (matahari) maupun cahaya yang dikeluarkan oleh lampu studio. Dengan adanya alat ini maka fotografer akan dimudahkan dalam mengatur besaran diafragma dan shutter speed kamera.




9. Cable Release

Cable Release merupakan peralatan tambahan pada kamera yang berfungsi untuk menggantikan tombol Shutter pada waktu  kamera dipasang pada tripod. Fungsi utama dari kabel ini adalah untuk meredam goncangan agar gambar yang dihasilkan tidak kabur karena goyang.




10. Tripod, dan Monopod

Fungsi utama tripod maupun monopod dalam fotografi adalah untuk menopang body kamera. Dengan alat inilah Anda bisa sedikit mengurangi beban berat kamera saat melakukan pemotretan dalam waktu yang cukup lama.




10. Background Foto

Background foto dalam peralatan fotografi pernikahan banyak digunakan untuk membuat foto-foto khusus misalnya potret kedua mempelai baik sendiri maupun berdua, dan lain sebagainya. Background foto ini biasanya memiliki berbagai macam warna, bisa dalam bentuk gradasi warna, bentuk lukisan pemandangan, maupun warna polos seperti warna merah dan biru yang sering digunakan untuk membuat KTP (Warna biru untuk tahun genap, merah untuk tahun ganjil).





Saturday, March 4, 2017

Kamera Terbaik Untuk Weeding (Recommended)

kali ini kita bakal membahas beberapa kamera yang cocok untuk weeding dan harganya pun dapat dijangkau,Berikut penjelasannya :

Sekarang ini sudah banyak penggunaan kamera DSLR untuk membuat video atau film karena hasil dan ketajaman video yang sangat baik yang bisa dibandingkan dengan kamera profesional. Harga kamera DSLR relatif lebih murah dari kamera profesional. Beberapa faktor juga semakin mendukung hal tersebut seperti tersedianya kamera berharga sangat murah namun sudah memiliki resolusi hingga 4K, merekam dengan sangat baik bahkan pada ruangan minim cahaya dengan distorsi yang juga minim, dan juga adanya fitur auto-focus yang memungkinkan pengguna merekam subjek yang bergerak.  Jika anda sedang mencari kamera DSLR untuk video wedding maka pilihannya sangat banyak. Jika anda bingung memilih mana yang terbaik diantara yang terbaik, berikut kami sertakan 5 kamera DSLR  terbaik untuk video wedding low budget.

Canon EOS 70D

Kamera pertama dalam list kami adalah Canon EOS 70D, yaitu produk jagoan dari Canon yang memiliki fitur-fitur canggih terutama untuk video wedding. Beberapa poin utama mengapa Canon EOS 70D berada di peringkat pertama karena device ini mudah dalam penggunaannya, dan juga adanya fitur-fitur keren didalamnya. Hasil dari perekaman video begitu presisi dan jernih, ditambah adanya bantalan lensa Canon EF yang memungkinkan pengguna menggunakan berbagai pilihan lensa. Salah satu fitur kunci Canon EOS 70D untuk video wedding adalah adanya fitur Dual Pixel Auto-Focus. Dengan fitur keren ini, pengguna bisa menggunakan layar sentuh untuk menandai subjek yang akan direkam, setelah anda menandainya maka secara otomatis kamera akan fokus pada target kemanapun anda menggerakan kamera.

Jika Anda sedang mencari kamera DSLR yang proporsional, maka Canon EOS 70D ini sangat pas, mengapa? Karena desainnya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, selain juga beratnya lumayan ringan dan tidak membuat bahu Anda cepat lelah saat menentengnya. Kamera DSLR ini menggunakan material plastik berkualitas tinggi, dan bagian belakang dari kamera ini dikhususkan untuk penggunaan yang nyaman untuk tangan jadi tidak terlalu banyak area kosong. Terdapat fitur panel dibagian kanan atas dan juga beberapa tombol utama diletakan di bagian belakang sebelah kanan, hal tersebut untuk memudahkan akses pengguna.
Kemampuan kamera yang dimiliki EOS 70D ini memanfatkan sensor APS-C dengan tambahan sensor Dual Pixel CMOS AF. Device satu ini juga fokus pada perbaikan di bagian prosessor dimana terdapat prosessor canggih yaitu DIGIC 5+ Image Procesor. Selain fitur-fitur oke diatas, kamera ini juga dapat memotret 6 foto dalam 1 detik berkat fitur Continous Brust yang menjadikannya salah satu kamera paling canggih dalam memoret banyak foto dalam 1 detik. Untuk kepekaan cahaya ISO, kamera DSLR  memiliki range yang cukup lebar yaitu 100 hingga 12800 ISO.
Poin utama dari Canon EOS 70D adalah kemampuan merekam videonya yang sangat mumpuni dan sangat cocok untuk proyek video wedding. Dengan sistem Movie Servo AF dan AF Dual Pixel, Canon EOS 70D ini mampu untuk terus stabil dan fokus pada pendeteksian wajah.

Sony Alpha A7S


Sony Alpha A7S merupakan produk jagoan dari Sony yang diluncurkan tahun lalu. Device ini mempunyai tampilan mungil namun menawarkan performa luar biasa terutama untuk perekaman video. Sony Alpha A7S juga diklaim sebagai kamera DSLR terbaik untuk perekaman minim cahaya (low light). Hal inilah yang membuat kamera ini begitu cocok bagi anda, terutama untuk shooting video wedding yang dilakukan pada malam hari atau dalam gedung dan tidak cukup cahaya. Mengapa Sony Alpha A7S begitu powerful untuk perekaman minim cahaya, karena device ini memiliki ISO 1600-409,600 sehingga sangat powerful untuk perekaman minim cahaya dengan sedikit noise.
Sony A7S ini memiliki resolusi kamera 12 megapixel yang dibarengi dengan prosesor BIONZ X dan full frame 35mm. Resolusi kamera miliki Sony A7S memang masih kalah dari pendahulunya itu A7R dan A7 yang memiliki resolusi 36 megapixel dan 24,3 megapixel. Namun disitulah kuncinya, device ini lebih fokus pada perekeman video dan sangat cocok untuk video wedding.

Panasonic Lumix GH4 Mirrorless Camera



Salah satu kamera terbaik untuk shooting video wedding adalah Panasonic Lumix GH4 Mirrorless Camera. Fitur terbaik dari Panasonic Lumix GH4 adalah adanya perekaman internal dengan resolusi 4K. Jadi anda tidak memerlukan external recorder hanya untuk merekam video beresolusi 4K. Sama seperti Sony Alpha A7S, Panasonic Lumix GH4 juga merupakan kamera mirrorless. Karena tidak terdapat kaca dalam device ini maka keseluruhan desainnya adalah minimalis dan terlihat lebih mungil dari Canon EOS 70D.
Panasonic Lumix GH4 juga sangat cocok untuk fotografer terutama karena performa dan perbaikan dalam hal penggunaan. Salah satu fitur keren yang dimiliki kamera ini adalah dapat memotret hingga kecepatan 1/8000th per detik. Bagian fokus tracking dari kamera ini juga semakin diperbaharui, terutama berkat adanya teknologi Depth From Defocus (DEF). Namun selling point dari Panasonic Lumix GH4 ini tetap berada pada kemampuan video yang dimilikinya. Selain resolusi 4K, Panasonic Lumix GH4 juga memiliki fitur keren lain untuk videografi seperti zebra setting, focus peaking, luminance scale dan lain-lain. Panasonic Lumix GH4 merupakan salah satu kamera yang memiliki banyak fitur didalamnya sehingga bisa Anda manfaatkan untuk sebuah event seperti wedding seremonial.

Blackmagic Pocket Cinema Camera


Kamera sinematografi ini sangat cocok untuk pengguna yang memiliki skill mumpuni dalam pengolahan video. Blackmagic Pocket meskipun memiliki ukuran mini namun spesifikasi didalamnya begitu gahar bahkan menyamai kamera-kamera pro lainnya. Fitur kunci dari Blackmagic Pocket Cinema Camera adalah High Dinamic Range (HDR) dimana pengguna bisa mengambil berbagai dinamika perekaman seperti dinamika dari cahaya terang ke cahaya gelap, berbagai gerakan spontan dari subjek dan lain-lain. Kamera mungil ini juga kompatibel dengan berbagai lensa besar, sehingga kualitas video yang Anda ambil lebih berkualitas lagi.

Canon C100 Mark II Cinema Camera




Inilah kamera yang sangat cocok untuk perekaman dokumenter, selain itu harganya juga sangat terjangkau bagi para filmmaker. Canon C100 Mark II memiliki sensor Super 35mm sehingga pengguna bisa merekam video dengan output seperti film-film profesional.  Canon C100 Mark II juga menambahkan banyak fitur didalamnya seperti MP4 recording, face detection AF, frame rates dan lain-lain. Kamera ini juga memiliki port microphone untuk merekam suara. Canon C100 Mark II memiliki layar OLED 3.5 inci dengan resolusi yang ditingkatkan. Canon C100 Mark II juga menyokong fitur GPS,  dan built-in wireless. Dengan port lensa EF, kamera ini kompatibel dengan berbagai lensa-lensa besar. Canon C100 Mark II menggunakan AVCHD codec untuk merekam video 1080p hingga 24 Mbps. Kamera ini memiliki dua port kartu memori, jadi Anda bisa merekam video berdurasi panjang dengan mudah, pastinya sangat cocok untuk video wedding.



Wednesday, March 1, 2017

Fungsi dan Keuntungan Menggunakan Vertical Grip

Battery Grip fungsi dan keuntungannya

Battery grip/vertical grip adalah aksesoris kamera yang dipasang dibawah kamera yang berfungsi untuk beberapa hal.
Di dalam battery grip, kita bisa memasukkan batereai cadangan kamera ataupun baterai AA. Batterai cadangan bisa digunakan langsung untuk operasi kamera sehingga tidak diperlukan mengganti baterai bila baterai utama habis.
Fungsi kedua dari battery grip adalah memudahkan kita ketika mengambil foto dengan orientasi vertikal / portrait. Battery grip memiliki beberapa tombol tambahan seperti tombol shutter/jepret dan beberapa tombol lain untuk mengubah titik fokus.
Setelah battery grip di pasang ke kamera, otomatis kamera akan bertambah besar dan berat. Di kamera DSLR pemula yang kecil, pertambahan massa badan kamera akan memudahkan fotografer untuk membuat kamera lebih steady dan seimbang terutama saat mengunakan lensa telefoto.
Di beberapa model kamera, seperti Nikon D300s, D700, pengunaan battery grip dapat memaksimalkan continuous burst (jumlah foto yang dapat diambil secara berturut-turut).
Battery grip tersedia dalam merek original (seperti dengan merek kamera) tapi ada juga beberapa perusahaan yang memproduksi battery grip. Perbedaannya biasanya tidak begitu banyak, ada yang kualitasnya setara, tapi banyak yang kualitasnya tidak begitu baik, misalnya saat dipasang tidak begitu pas atau longgar, sehingga tidak nyaman. Namun battery grip buatan pihak ketiga ini biasanya jauh lebih murah dan kadang memiliki fitur-fitur tambahan.
Saran saya sebelum membeli battery grip, terutama yang bukan orisinil, cobalah dulu dipakaikan di kamera, dan lihat apakah memang pas dan cocok untuk tangan masing-masing.

7 Keistimewaan Lensa Prime 50mm

Sebuah lensa dengan focal length fixed sepanjang 50mm ini sebenarnya sangat mirip secara focal length dengan saat kita menggunakan lensa kit 18-55mm yang dizoom maksimal. Bagi kamera crop, lensa prime 50mm adalah sebuah lensa tele pendek sementara bagi kamera full frame, lensa ini adalah lensa standar.

Jika anda belum pernah menggunakan lensa ini, mungkin akan timbul pertanyaan: buat apa membeli sebuah lensa yang tidak bisa dizoom dan memiliki focal length canggung? 50mm?? kenapa tidak lensa lebar atau lensa tele sekalian?. Apalagi jika anda sudah terlanjur memiliki lensa kit dimana focal length 50mm termasuk didalamnya.
Ternyata oh ternyata, sebuah lensa 50mm adalah sebuah lensa fantastis dan sangat berguna, tidak percaya?. Mari kita ketahui 7 keistimewaan lensa prime 50mm:

1. Cepat

Lensa prime 50mm memiliki aperture maksimal yang memungkinkan kita memotret di kondisi minim cahaya. Dengan bukaan maksimal f/1.8 atau f/1.4, kita masih bisa memotret di kondisi remang saat lensa lain sudah menyerah.
Sebagai contoh, lensa Canon EF 50mm f/1.4 memiliki aperture maksimal di posisi f/1.4. Sementara lensa kit 18-55 mm memiliki apeture maksimal di posisi f/5.6. Dari hitungan stop, maka lensa prime 50mm f/1.4 memiliki 4 stop lebih cepat dibanding lensa kit tadi (apa itu stop dalam fotografi?).
4 Stop adalah jumlah yang sangat banyak. Ini artinya anda bisa memotret tanpa bantuan flash saat mulai remang, atau juga bisa menghasilkan foto bokeh yang sangat bagus.

2. Performa Optik Sangat Bagus

Kualitas gambar yang dihasilkan dari lensa 50mm, bahkan yang murah sekalipun (50mm f/1.8 misalnya) biasanya sangat tinggi. Lensa ini membantu anda menghasilkan foto yang lebih tajam dan juga berarti anda tidak perlu banyak mengeluarkan uang untuk menghasilkan foto yang bagus.
Lensa prime 50mm sudah ada sejak puluhan tahun lalu yang artinya produsen lensa sudah sangat berpengalaman dengan lensa ini. Ditambah lagi desain dan susunan optik didalamnya relatif lebih simpel dibanding lensa lain, apalagi jika dibandingkan lensa zoom. sebuah lensa prime 50mm murah sekalipun bisa memberi anda kualitas foto yang tajam, renyah sekaligus bebas chromatic aberration.

4. Tanpa Zoom alias Fixed

Sudah jelas sih kalau lensa prime adalah lensa fixed alias tidak bisa dizoom. Untuk mengubah framing sebuah obyek foto, kita harus menggerakkan badan dan kadang kaki. Tanpa disadari, kemampuan komposisi dan pemahaman tabiat anda terhadap lensa ini mulai terbentu secara otomatis akibat kita harus bergerak untuk mendapat angle yang sesuai. Ini jelas sebuah nilai positif.
Keterbatasan tidak bisa zooming membuat kita menjadi lebih kreatif dan lebih melatih mata sekaligus membantu kita memahami aspek penting dalam fotografi: komposisi dan cahaya. Baca lensa zoom versus lensa prime.

5. Enteng

Hampir semua lensa prime 50mm memiliki bobot yang enteng dibandingkan jenis lensa lainnya (well kecuali lensa 50mm f/1.2 L milik Canon). Saat anda harus banyak berjalan atau sedang traveling, faktor bobot menjadi lumayan krusial. Memotret sebaiknya adalah proses yang bisa dinikmati, dan berjalan-jalan membawa lensa sebarat 1 kilo atau lebih adalah proses yang kurang nikmat. Tidak akan terjadi saat anda membawa lensa prime 50mm, enteng dan memotret juga menjadi lebih nikmat.

6. Mudah Disulap Menjadi Lensa Makro

Sebuah lensa prime 50mm adalah lensa idela jika anda ingin memiliki lensa makro tanpa harus membeli lensa khusus makro. Dengan memanfaatkan extension tube (baca caranya disini) atau anda bisa memasangnya dengan terbalik memanfaatkan reverse ring (baca triknya disini), kita menyulap lensa prime 50mm menjadi sebuah lensa dengan kemampuan makro yang kualitasnya sangat bagus.

7. Murah

Lensa prime 50mm adalah sebuah lensa dengan kualitas fantastis dan yang lebih penting lagi harganya sangat terjangkau dibandingkan lensa lain. Anda bisa membeli lensa prime 50mm f/1.8 baik Nikon maupun Canon dengan harga sekitar Rp. 1 Juta.
Nah tunggu apalagi, jadikan lensa ini salah satu pertimbangan sebelum membeli lensa lainnya. Jangan lupa lihat juga bukti kehebatan lensa 50mm disini.

Aksesoris Fotografi Paling Penting

Berikut adalah Aksesoris yang menurut saya penting untuk fotografi dan dan merupakan hal yang memiliki peranan penting untuk seorang fotografi dan perlengkapan fotografi :

Tas Kamera

Tersedia beragam jenis tas kamera di pasaran, tinggal pilih yang sesuai selera: dari backpack, ikat pinggang, sling-slide (menyamping) sampai yang mirip koper. Yang jelas tas kamera disini berfungsi agar kita bisa menyimpan kamera dan lensa yang kita miliki selama bepergian secara aman. Tidak jatuh, aman dari benturan dan aman dari air.

Kit Pembersih

Untuk menjaga kondisi eksterior lensa dan kamera agar selalu bersih, anda memerlukan lap mikrofiber dan cairan pembersih khusus. Terutama untuk lensa, sebisa mungkin anda melindungi lensa dengan filter UV (lihat filter dibawah), biasanya untuk lensa cukup gunakan blower. Kit pembersih bisa dibeli di toko-toko kamera.
Saya tidak menyarankan anda membersihkan bagian interior kamera (apalagi sensor), serahkan saja pada ahlinya: biasanya toko kamera menyediakan layanan sensor cleaning. Toh kebanyakan SLR sekarang memiliki fasilitas self-cleaning yang cukup handal untuk menyapu debu dari sensor. Baca juga cara mendeteksi ada atau tidaknya kotoran di sensor kamera anda.

Tripod

Tripod, monopod, gorillapod, apapun fungsinya adalah membantu anda menghasilkan foto yang tajam saat mengambil eksposur long shutter. Dibandingkan jenis lainnya, tripod masih tetap paling populer, karena relatif lebih handal dan tangguh. Baca 12 alasan kenapa sebaiknya anda membeli tripod.
Pastikan anda membeli tripod dengan kemampuan menahan beban yang cukup, kaki-kakinya cukup gampang di perpanjang (dan diperpendek), memiliki mekanisme pemasangan dan pelepasan kamera yang enak serta memiliki kepala dengan gerakan yang fleksibel (saya sarankan jenis ball head).

Flash Eksternal

Flash ekternal akan secara drastis meningkatkan kualitas foto anda jika dibandingkan sewaktu anda menggunakan flash bawaan yang melekat di kamera SLR. Memiliki power yang jauh lebih besar, kemampuan kontrol yang jauh lebih fleksibel, dan kita bisa mengatur arah pencahayaan yang jatuh ke obyek secara lebih mudah.Dengan flash eksternal anda akan bisa menghasilkan pencahayaan yang jauh lebih lembut, rata dan cerah dibandingkan kalau menggunakan flash bawaan.

Filter

Filter adalah aksesoris yang cukup esensial bagi sistem SLR. Dari beragam jenis filter, ada 3 jenis yang layak anda pertimbangkan untuk dibeli:
  • Filter Proteksi (Filter UV atau Netral) – fungsi nyatanya adalah melindungi lensa anda, filter ini relatif murah sehingga anda akan ‘ikhlas’ menjadikannya sebagai bemper yang dipasang didepan lensa. Biarkan filter yang bersentuhan dengan udara kotor-tangan-cipratan air, dan bukan lensa yang harganya bisa berlipat-lipat lebih mahal.
  • Filter Polarisasi atau CPL – mengubah langit sehingga terlihat lebih ‘dalam’, menghilangkan refleksi di air (atau kaca), agar pepohonan tampak lebih hijau. Gampangnya ini adalah ibarat kacamata hitam bagi lensa anda. Baca tentang fungsi dan cara menggunakan filter CPL disini.
  • Filter ND (Neutral density) dan Grad-ND – mengurangi jumlah cahaya yang masuk ke kamera anda. Jika anda ingin menghasilkan foto air terjun yang tampak seperti kapas (shutter panjang) sementara hari masih terlalu siang, maka anda akan memerlukan Filter ND supaya cahaya bisa dikurangi (baca lebih jauh tentang filter ND disini). Sementara filter ND Gradasi (Grad-ND) berfungsi seperti ND dengan tingkat penggelapan yang bersifat gradasi (bagian atas lebih gelap dan semakin ke bawah semakin terang). Grad-ND sangat berguna saat anda akan memotret landscape yang melibatkan langit, karena beda terang yang sangat mencolok antara langit dan tanah.

Shutter Release

Selain tripod, aksesoris tambahan yang akan meningkatkan ketajaman hasil foto anda adalah shutter release. Dengan shutter release, kita tidak perlu memencet tombol shutter di kamera, cukup gunakan shutter release sehingga anda bisa mengaktifkan shutter dari jauh. Ya, fungsinya mirip remote control TV anda. Shutter release tersedia dalam 2 pilihan: kabel dan wireless.

Verikal Grip (VG)

Jika anda mulai lebih intensif memotret sementara kamera anda belum memiliki fitur pegangan vertikal dari sononya, belilah vertikal grip tambahan. Selain sangat membantu saat  memotret dalam orientasi portrait (vertikal), VG juga berfungsi sebagai batere cadangan, sehingga tidak perlu khawatir kehabisan batere saat asyik menjepret.
Artikel Terkait :